Langsung ke konten utama

Unggulan

What Michael Jackson Taught Me About Manifestation | ENG & INA

[INA] Menonton film biopik tentang Michael Jackson memberiku satu perspektif baru yang cukup mengubah cara pandangku tentang manifestasi . Selama ini, aku mengira manifestasi adalah tentang bagaimana mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Namun, melihat perjalanan dan cara Michael membawa dirinya, rasanya konsep itu justru bekerja dari arah sebaliknya. Michael Jackson tidak terlihat seperti seseorang yang sedang berusaha menjadi superstar. Ia bertindak, berbicara, dan bahkan hadir dengan keyakinan bahwa dirinya memang sudah ditakdirkan menjadi seorang superstar. Keyakinan itu terasa nyata, bukan sekadar kata-kata motivasi yang diulang tanpa makna. Ia hidup di dalam identitas tersebut. Dari situ, aku mulai memahami bahwa inti manifestasi yang paling kuat bukanlah pada keinginan, melainkan pada identitas.  Ada perbedaan besar antara mengatakan  “aku ingin sukses” dengan “aku adalah entertainer terbesar di dunia .”  Kalimat kedua bukan sekadar afirmasi , melainkan fondas...

Cara “Mengungkap” Realitas yang Kamu Inginkan

Tahukah kamu, kalau semua realitas yang pernah kamu bayangkan itu sebenarnya udah ada? Kalau kamu bisa membayangkannya, itu tandanya realitas itu eksis. Pertanyaannya tinggal: gimana cara kita “mengungkap” atau mereveal realitas itu ke dalam hidup kita sekarang?

Jawabannya: kamu perlu menyatu secara mental dengan Tuhan / Infinite Intelligence. Karena dunia mental adalah ranah penyebab (Cause), sedangkan dunia fisik ini cuma ranah akibat (Effect). Sama kayak dulu orang “nemuin” listrik ... padahal listrik dari awal memang udah ada, hanya belum ter-harness.

1. Menyatu dengan Yang Maha (Infinite Intelligence)

Ingat, ALL ada dalam ALL. Kita ini materialisasi dari Infinite Intelligence itu sendiri. Jadi, kalau kamu sadar bahwa Tuhan/Infinite Intelligence ada di dalam dirimu, maka kamu otomatis gak lagi terpisah dari apa pun.

Coba afirmasi simpel kayak:

“Saya satu dengan Tuhan.”

“Tuhan ada dalam diri saya.”

Ini powerful karena:

  • Infinite Intelligence itu semua frekuensi.
  • Infinite Intelligence itu semua kemungkinan.
  • Infinite Intelligence itu semua semesta/realitas paralel.

Saat kamu menyatu dengannya, kamu otomatis punya akses ke semua kemungkinan.

Akhirnya, kamu gak lagi merasa “ingin” sesuatu, karena sadar kamu udah punya akses ke semuanya.

source: https://localhealers.org/articles/infinite-intelligence

2. Jangan Terlalu Mudah Terpukau (Be Impressed by Nothing)

Kalau dunia ini udah gak bisa bikin kamu kagum berlebihan, justru dunia bakal kasih kamu segalanya.

Kenapa? Karena rasa “penting” (importance) itu justru menciptakan ruang energi di medan kuantum. Semakin kamu ngerasa sesuatu itu penting banget, semakin kamu menaruh ketergantungan di luar diri, semakin jauh jarak antara kamu dan keinginan itu.

Sebaliknya, kalau kamu memperlakukan realitas impianmu kayak “napas” ... biasa aja, natural, gak perlu dipaksa, maka realitas itu akan datang dengan sendirinya.

3. Ego Gak Bisa Manifes Apa Pun

Kita sebagai ego (pikiran terbatas di 3D) gak bisa memanifestasikan apa pun. 3D ini ilusi, sifatnya terbatas. Tapi saat kamu menyatu dengan Tuhan/Infinite Intelligence, barulah semua hal mungkin terjadi.

Karena kesadaran Tuhan itu tak terbatas. Dan sesuatu yang tak terbatas, gak mungkin gagal.

Jadi intinya:

Yang perlu kamu lakukan hanyalah menggeser kesadaran mental dan emosionalmu ke frekuensi realitas yang kamu mau. Begitu kesadaranmu nyambung ke sana, realitas itu otomatis terungkap di hidupmu.


pssst...

Aku nulis pakai perasaan, bukan sekadar iseng doang...
kalau suka tulisanku & berkenan, traktir aku cendol dong

https://trakteer.id/camillemarion/tip

Komentar

Postingan Populer